10 Februari: Siapakah Santo Jose Sanchez del Rio?

Santo Jose Sanchez del Rio adalah seorang martir Meksiko yang hidup di awal tahun 1900an.

Dia baru berusia 14 tahun ketika menemui ajalnya. Dia adalah seorang anak yang pemberani.

Santo Jose Sanchez del Rio menolak untuk menyelamatkan diri dengan cara melepaskan imannya. Anda dapat mendoakan novena Santo Jose Sanchez del Rio untuk mendapatkan perantaraan dari santo yang pemberani ini.

Santo Jose Sanchez del Rio adalah pelindung anak-anak, remaja, dan orang Kristen yang teraniaya.

Hari Raya Santo Jose Sanchez del Rio: 10 Februari

Sejarah Santo Jose Sanchez del Rio

Jose Sanchez del Rio dilahirkan di Meksiko Barat pada tahun 1913.

Saat kecil, dia bersekolah di dekat rumahnya, sebelum kemudian bersekolah di Guadalajara.

Waktu itu, pemerintah negara Meksiko mulai menyita harta benda Gereja dan membatasi kebebasan beragama umat Katolik. Hukum anti-pastoral juga ditambahkan ke dalam konstitusi negara Meksiko.

Pada tahun 1924, Plutarco Elias Calles dilantik sebagai presiden Meksiko. Dia secara khusus menargetkan Gereja Katolik. Sekolah dan biara Katolik ditutup, dan pastor diusir keluar dari negara Meksiko dengan cara diasingkan ataupun dieksekusi.

Pada tahun 1926, Perang Cristero dimulai. Saudara-saudara Jose dengan penuh semangat bergabung dengan pasukan pemberontak, dan Jose ingin ikut serta. Dikarenakan usianya yang masih sangat muda, ibunya melarangnya untuk ikut bertarung. Begitu pula dengan pemimpin pasukan pemberontak.

Akan tetapi Jose bersikeras bahwa dia ingin mempunyai kesempatan berkorban nyawa untuk Yesus. Dia melihat orang-orang meninggal sebagai martir sewaktu memerangi gerakan anti-Katolik, sehingga dia pun ingin mencapai Surga dengan cara yang sama. Pemimpin pasukan pemberontak akhirnya mengalah dan memperbolehkannya menjadi pembawa bendera.

Para petarung lain menjuluki Jose dengan nama ‘Tarcisius’, seorang anak laki-laki Katolik yang berkorban nyawa untuk mencegah dinodainya Ekaristi.

Sewaktu berperang di tahun 1926, Jose sedang berada di dekat prajurit lain yang kuda tunggangannya mati terbunuh. Dengan berani Jose memberikan kudanya supaya prajurit itu dapat melarikan diri. Sementara itu Jose mencari tempat berlindung dan mulai menembaki musuh hingga akhirnya pelurunya habis. Dia pun tertangkap.

Jose dipenjara dan diperintahkan untuk melepaskan imannya. Penawannya berkata apabila tidak demikian, dia akan dibunuh. Akan tetapi Jose menolak untuk mengingkari imannya.

Penawannya mencoba untuk mematahkan tekadnya dengan memaksanya menyaksikan proses eksekusi tawanan lain. Alih-alih menyerah, Jose malah menyemangati tawanan lain itu untuk mempertahankan imannya. Jose berkata bahwa mereka akan bertemu lagi di Surga.

Di dalam penjara, Jose mendaraskan doa Rosario setiap harinya. Dia juga menuliskan surat untuk ibunya, yang isinya menyatakan kesiapannya untuk mati bagi Tuhan.

Para penawannya mencoba lagi untuk mematahkan tekadnya dengan cara menyiksanya. Mereka melukai kedua kakinya, sebelum memaksanya berjalan melewati kota. Mereka juga melukai bagian tubuh Jose yang lain menggunakan golok, hingga dia berteriak kesakitan. Mereka berkata akan berhenti dan membiarkan Jose hidup hanya jika dia mengatakan “Matilah Kristus Raja”. Namun Jose tetap menolak, jawabnya, “Aku tidak akan pernah menyerah. Hiduplah Kristus Raja!”

Image: http://www.stannparish.org

Leave a comment