Santa Margareta dari Cortona hidup di Italia di sekitar tahun 1200an. Dia adalah seseorang yang hidup dengan penyesalan setelah banyak berbuat dosa. Pada akhirnya dia memilih untuk menjalani hidup pertobatan sebagai anggota Ordo Ketiga Fransiskan.
Santa Margareta menjadi seorang wanita suci terlepas dari masa lalunya. Anda dapat mendoakan novena Santa Margareta dari Cortona untuk memperoleh perantaraan dari santa yang bertobat ini!
Santa Margareta dari Cortona adalah pelindung ibu tunggal, orang dengan penyakit mental, dan orang yang bergumul dengan godaan seksual.
Hari Raya Santa Margareta dari Cortona: 22 Februari
Sejarah Santa Margareta dari Cortona
Santa Margareta dari Cortona lahir di sekitar tahun 1247 di sebuah kota kecil di Italia bernama Laviano. Saat umurnya 7 tahun, ibunya meninggal dunia.
Tidak lama berselang, ayahnya menikah lagi. Margareta tidak akur dengan ibu tirinya, dan ibu tirinya tidak menyukai dia pula.
Di masa remajanya, Margareta tumbuh menjadi seseorang yang sangat keras kepala. Dia terkenal akan kegegabahannya. Saat umurnya 17 tahun, dia bertemu dengan seorang bangsawan dan memutuskan untuk kabur dengannya.
Bangsawan itu tidak menikahinya, tapi malah menjadikannya seorang selir. Mereka hidup bersama selama 10 tahun. Keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki.
Pada suatu hari, si bangsawan tidak kembali dari perjalanannya pada waktu yang dijanjikan. Ketika anjing peliharaannya kembali tanpa majikannya, Margareta menjadi sangat khawatir. Anjing tersebut menuntun Margareta ke dalam hutan, di mana Margareta menemukan jenazah kekasihnya. Kekasihnya telah mati dibunuh.
Kejadian ini memengaruhi Margareta dengan dahsyat. Dia menyesali cara hidupnya dan memilih untuk meninggalkan rumah bangsawan tersebut. Margareta membawa serta putranya dan mencoba pulang ke rumah ayahnya. Akan tetapi ibu tirinya menolak untuk menerimanya kembali.
Margareta dan putranya kemudian pergi ke tempat biarawan Fransiskan di Cortona. Di sana dia menjalani hidup pertobatan. Dia hanya mengkonsumsi roti dan sayuran, serta mengabdikan dirinya untuk berdoa. Putranya berakhir menjadi seorang biarawan dan Margareta sendiri bergabung dengan Ordo Ketiga Fransiskan. Kehidupan doanya terus berkembang.
Margareta menumbuhkan devosi kepada Ekaristi dan sengsara Yesus, yang kemudian membantunya memperoleh kemurahan hati. Dia meniru teladan Santo Fransiskus Asisi dengan memohon makanan dan melayani kaum miskin. Dia pun mendirikan sebuah rumah sakit untuk orang miskin. Setelahnya dia mendirikan sebuah kelompok berisikan biarawati Ordo Ketiga untuk menjadi perawat di rumah sakit tersebut.
Di kemudian hari, dia mendirikan sebuah ordo untuk melayani orang yang membutuhkan dan untuk membantu di rumah sakit. Anggota ordo ini memiliki devosi kepada Bunda Maria yang Berbelas Kasih.
Selain itu, Margareta mengusahakan pembaharuan di dalam Gereja, dan bahkan menegur uskup yang silau akan hal duniawi.
Margareta tutup usia pada tahun 1297. Setelah 400 tahun berlalu, jenazahnya ditemukan dalam keadaan tidak tercemar.
Margareta dikanonisasi pada tahun 1728 oleh Paus Benediktus XIII.
“Di masa kesedihan, Tuhan menyembunyikan diriNya dari kita supaya kita dapat menyadari siapakah kita tanpa Dia.” ~ Santa Margareta dari Cortona

Image: http://www.franciscans.sg