Santo Leopold Mandic adalah santo pelindung bagi para penderita kanker. Anda dapat mendoakan Novena Santo Leopold Mandic jika Anda sendiri sedang berjuang melawan kanker, atau memohon perantaraan beliau bagi seseorang yang Anda kenal yang sedang menderita kanker.
Selain itu, Anda juga dapat berdoa novena ini jika sedang mempertimbangkan panggilan menjadi anggota Ordo Kapusin, atau mendoakannya untuk seorang Kapusin yang Anda kenal, karena Santo Leopold sendiri adalah seorang frater Kapusin sejati.
Hari Raya Santo Leopold Mandic: 12 Mei
Rasul Pengakuan dan Persatuan
Santo Leopold Mandic adalah seorang imam dari Eropa Timur yang hidup pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Italia dan merupakan seorang anggota Ordo Kapusin.
Meskipun memiliki berbagai keterbatasan fisik, Santo Leopold Mandic dikenal sebagai imam yang suci dan terampil dalam pelayanan pengakuan dosa.
Kehidupan Awal
Santo Leopold Mandic lahir pada tahun 1866 di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Montenegro. Nama lahirnya adalah Bogdan Ivan Mandic. Ia adalah anak ke-12 dari orang tuanya, dan mereka memiliki armada kapal penangkap ikan.
Bogdan mengalami disabilitas fisik sejak kecil, tubuhnya hanya tumbuh hingga sekitar 135 cm dan ia berjalan dengan cara yang canggung. Namun, sejak usia muda, ia sudah merasa tertarik pada kehidupan religius. Ketertarikannya tumbuh karena kehadiran para imam Kapusin yang melayani di dekat tempat tinggalnya saat masa kecil.
Panggilan Hidup Religius
Pada usia enam belas tahun, Bogdan pergi ke Udine, Italia, untuk masuk seminari menengah Kapusin. Dua tahun kemudian, ia diterima sebagai novis dan menerima nama religius Leopold Maria.
Pada usia sembilan belas tahun, ia mengikrarkan kaul religius pertamanya, dan mulai studi persiapan imamat. Ketika berusia dua puluh empat tahun, ia ditahbiskan menjadi imam.
Tugas awalnya dijalani di biara-biara Kapusin di Venesia dan Kroasia. Ia diberi tugas rumah tangga seperti penjaga pintu dan mengajar para seminaris. Namun, panggilan utamanya adalah sebagai bapa pengakuan.
Pelayanan di Padua
Pada tahun 1906, Leopold ditempatkan di Biara Santa Croce di Padua. Ia menghabiskan sisa hidupnya di sana. Meskipun fisiknya lemah, kekuatan rohaninya sangat luar biasa. Ia menjadi sangat terkenal sebagai bapa pengakuan dosa dan dikenal menghabiskan dua belas hingga lima belas jam setiap hari untuk mendengarkan pengakuan dosa.
Leopold bahkan meramalkan bahwa ruang pengakuan dosa tempatnya melayani akan tetap berdiri meskipun gereja dan biara sekitarnya hancur akibat bom. Ia berkata:
Gereja dan biara ini akan terkena bom, tetapi sel kecil ini tidak. Di sinilah Allah telah mencurahkan begitu banyak belas kasihan bagi umat manusia, maka tempat ini harus tetap ada sebagai monumen atas kebaikan Allah.”
Ramalan ini terbukti benar ketika selama Perang Dunia II, gereja dan sebagian biara hancur karena bom, namun ruang pengakuan dosanya dan sel tempat tinggalnya tidak tersentuh.
Cinta Akan Persatuan Gereja
Leopold memiliki semangat besar untuk menyatukan kembali Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks. Karena semangat ini, ia dikenal bukan hanya sebagai Rasul Pengakuan, tetapi juga sebagai Rasul Persatuan.
Akhir Hidup
Di masa tuanya, Leopold didiagnosis menderita kanker kerongkongan. Pada usia tujuh puluh enam tahun, ia roboh saat sedang bersiap merayakan Misa. Para frater membawanya ke selnya dan memberinya Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Mereka berkumpul di sekeliling tempat tidurnya dan menyanyikan “Salve Regina” saat ia menghembuskan napas terakhir.
Kanonisasi dan Devosi
Leopold dibeatifikasi oleh Paus Paulus VI pada tahun 1976 dan dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1983.
